Beberapa materi adm. Perkantoran
Surat yang baik adalah surat yang
dapat menimbulkan kesan yang baik bagi penerimanya. Kesan yang baik dari surat
dapat ditimbulkan dari :
a. Yang kelihatan yaitu : Kerta,
Sampul, Tulisan/Ketikan dan Bentuknya.
1. Kertas
yang digunakan untuk memebuat surat hendaknya dipilih yang berkualitas baik.
Untuk Instansi/Organisasi hendaknya menggunakan kertas HVS dengan kepala surat
yang dicetak dengan bagus.
2. Sampul hendaknya dipilih yang
berukuran panjang sehingga surat tidak perlu dilipat beberapa kali, untuk dapat
dimasukkan kedalam sampul.
3. Tulisan/Ketikan
harus jelas sehingga tidak menimbulkan pertanyaan bagi penerima surat. Oleh
karena itu kalau tintanya sudah tidak begitu jelas harus segera diganti. Surat
juga tidak boleh ada kesalahan ketik. Surat yang ada kesalahan ketik harus
segera dibetulkan sebelum surat tersebut dikirim, karena surat yang salah akan
menimbulkan kesalah pahaman sehingga dapat menyebabkan surat menyurat yang
berkepanjangan.
4. Bentuk surat
harus dipilih bentuk yang sesuai dengan aturan yang berlaku, walaupun
sebenarnya surat dapat dibuat dengan berbagai macam bentuk
b. Yang tidak kelihatan tapi dapat
dirasakan yaitu isinya.
Isi surat agar dapat menimbulkan
kesan baik bagi penerimanya maka isi surat tersebut harus : singkat, jelas dan
sopan
1. Pada umumnya
orang sekarang tidak senang membaca surat yang isinya panjang-panjang oleh
karena itu surat hendak singkat, artinya apabia saudara dapat mengemukakan isi
surat itu dalam 10 kata, maka jangan dibuat 11 atau 12 kata.
2. Jelas artinya bahwa isi surat tidak
boleh menimbulkan pertanyaan bagi penerimanya, sehingga dapat menimbulkan
kesalah pahaman. Sebab surat merupakan wakil dari Instansi/Organisasi yang
mempunyai arti penting tapi bersifat diam artinya penerima jika tidak
jelas tidak akan dapat bertanya karena surat tidak bias ditanya.
3. Sopan,
artinya baik kertas, sampul harus dipilih yang berkualitas baik. Tulisan tidak
boleh dengan tinta merah sebab warna merah memberikan kesan kemarahan. Surat
juga tidak boleh bernada marah, jika saudara sedang marah sebaiknya jangan
menulis surat.
2. Bentuk Surat
Dinas
Surat dapat dibuat dengan berbagai
macam bentuk tetapi dalam praktek hanya satu bentuk saja yang biasa dipakai
pada suatu Instansi, Perusahaan atau Organisasi yaitu :
a. Full Block Style
b. Block Style
c. Semi Block Style
d. Hanging Paragraph Style
e. Official Style A
f. Official Style B
g. Simplefied Style
h. Personal Style
Bentuk surat Dinas yang dipakai
sekarang menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 42 tahun 2006
adalah bentuk Blok Style (Modified), seperti contoh dibawah ini.
3. Macam-Macam
Surat Dinas
Ada beberapa macam Surat Dinas yag
biasa dilakukan oleh sebuah kantor antara lain sebagai berikut :
a. Surat Dinas
b. Nota Dinas
c. Memo
d. Surat Pengantar
e. Surat Edaran
f. Surat Undangan
g. Surat Tugas
h. Surat Kuasa
i. Surat Pengumuman
j. Surat Pernyataan
k. Surat Keterangan
l. Berita Acara
Keterangan :
a. Surat Dinas merupakan
surat yang berisi hal penting berkenaan dengan administrasi pemerintahan.
b. Nota Dinas adalah surat
yang oleh atasan kepada bawahan atau bawahan kepada atasan langsung atau yang
setingkat berisikan catatan/pesan singkat tentang suatu pokok persialan
kedinasan.
c. Memo adalah
catatan singkat yang diketik atau ditulis tangan oleh atasan kepada bawahan
tentang pokok persialan kedinasan.
d. Surat
Pengantar adalah surat yang ditujukan kepada seseorang atau pejabat yang berfungsi
untuk mengantarkan surat, dokumen, barang, dan/atau bahan lain yang dikirim.
e. Surat Edaran merupakan
surat yang berisi penjelasan atau petunjuk tentang cara pelaksanaan suatu
peraturan perundangundangandan/atau perintah.
f. Surat
Undangan merupakan surat pemberitahuan kepada seseorang utnuk menghadiri suatu acara
pada waktu dan tempat yang telah ditentukan.
g. Surat Tugas adalah surat
yang berisikan penugasan dari pejabat yang berwenang kepada seseorang untuk
melaksanakan suatu kegiatan.
h. Surat Kuasa adalah surat
yang berisi kewenangan penerima kuasa untuk bertindak atau melakukan suatu
kegiatan atas nama pemberi kuasa.
i. Surat
Pengumuman merupakan surat yang berisikan pemberitahuan mengenai
suatu hal yang ditujukan kepada para pegawai atau masyarakat umum.
j.Surat Pernyataan adalah surat yang menyatakan
kebenaran suatu hal disertai pertanggungjawaban atas pernyataan tersebut.
k. Surat Keterangan adalah surat
yang berisikan keterangan mengenai suatu hal agar tidak menimbulkan keraguan.
l. Berita Acara adalah surat yang
berisi laporan tentang suatu kejadian atau peristiwa mengenai
waktu ekjadian, tempat kejadian,keterangan, dan petunjuk lain sehubungan dengan
kejadian atauperistiwa tersebut.
4. Surat Dinas
a. Bagian-Bagian Surat Dinas
Bagian-bagian surat dinas adalah
sebagai berikut :
1. Kepala Surat (dicantumkan
lambang)
2. Tanggal surat
3. Nomor, Lampiran dan Hal
4. Alamat dalam
5. Isi surat
6. Nama Jabatan
7. Tanda tangan
3-8 Sura t Menyurat Bahasa Indonesia
8. Nama pejabat dan NIP
9. Tembusan
b. Cara Pengetikkan Bagian-Bagian
Surat
1. Kepala surat biasanya sudah
tercetak dengan baik pada kertas surat. Kepala surat minimal terdiri dari
nama Instansi, Perusahaan atau Organisasi lengkap dengan alamatnya dan disertai
lambing dari Instansi, Perusahaan atau Organisasi yang bersangkutan,
namun kalau Kepala surat terpaksa
harus diketik maka pengetikkannya dibuat yang simitris dengan huruf-huruf yang
menarik.
2. Mengetik tanggal surat perlu
diperhatikan hal-hal sebagai berikut :
a. di depan tanggal tidak perlu
ditulis nama kota.
b. nama bulan tidak boleh disingkat
atau diganti dengan angka
c. pada akhir tanggal tidak perlu
diberi tanda baca apapun
d. tahun tidak boleh disingkat
3. nomor surat
a. Nomor surat terdiri dari : nomor
urut surat pada tahun yang bersangkutan, kode surat, tahun pembuatan.
Pengetikannya lurus dengan margine kiri.
b. Lampiran
diketik di bawah kata Nomor dan menyebutkan jumlah lampiran dan bukan apa yang
dilampirkan. Jika tidak ada yang dilampirkan kata lampiran tidak perlu diketik.
c. Kata hal diketik di bawah kata
lampiran dan apabila tidak ada yang dilampirkan, kata hal diketik di bawah kata
nomor. Hal berisikan inti keseluruhan isi surat dinas.
4. Alamat pada sampul, cara
pengetikan alamat pada sampul adalah sebagai berikut :
a. di depan
nama jabatan diberi singkatan Yth.
b. tidak diberi
kata penyapa seperti Bapak, Ibu, Sdr. (baik pada sampul maupun pada alamat
dalam).
c. alamat
lengkap penerima.
d. nama kota
tidak perlu ditulis dengan huruf besar semua
e.
di depan
nama kota tidak perlu menggunakan kata di.
5. Alamat dalam diketik dengan
ketentuan sama seperti yang diatur pada sampul surat tanpa alamat lengkap.
Jika alamat tersebut menunjuk nama
orang maka penulisannya dengan ketentutan sebagai berikut :
a. di depan
nama diberi kata Yang terhormat dan disingkat Yth.
b. tidak boleh
melebihi separo dari lebar kertas
c. nama tidak boleh
diputus (ganti baris)
d. Jika namanya panjang sehingga
melebihi separo dari lebar kertas maka dapat disingkat dan singkatan hendaknya
sesuai dengan yang dikehendaki oleh yang punya nama sepanjang penulis surat
mengetahuinya.
e. akhir baris
dari alamat tidak perlu diberi tanda baca apapun.
6. Isi surat, yang perlu
diperhatikan pada penulisan isi surat adalah sebagai berikut :
a. Jarak baris
menyesuaikan dengan banyak sedikitnya isi surat. Dapat dibuat dengan jarak
baris 1, 1,5 atau 2 spasi.
b. Diusahakan
jangan terlalu menggantung atau terlalu kebawah. (hendaknya menulis surat
seperti menempatkan foto pada pigura)
c. Diusahakan
hanya menggunakan 1 lembar kertas, jika terpaksa harus menggunakan lembar ke 2
(dua), maka pada lembar ke 2 (dua) ditulis dengan ketentuan sebagai berikut :
1) ketikan yang
paling atas lebih kurang 4 cm dari atas kertas.
2) kertas yang
dipakai untuk lembar ke 2 (dua) kualitasnya harus sama dengan kertas yang
dipakai pada lembar pertama.
3) sekurang-kurangnya
pada halaman ke dua terdiri dari 3 (tiga) baris dan bukan tiga kalimat.
4) pertama di
sebelah kiri atas ditulis nama penerima, di tengah-tengah angka 2 (yang
menunjukkan halaman ke 2) dan paling kanan atas adalah tanggal surat.
5) Contoh Penulsan Surat pada Halaman 2
(dua) Drs. Marimin, M.Pd. 2 20 Juli 2008 Kepada dosen
di lingkungan Unnes, dimohon kesadarannya untuk memeriksa, mengisi dan
melengkapi portofolio yang telah disediakan supaya tidak terjadi hal-hal yang
merugikan dosen. Hal teknis pengisian portofolio
dosen dapat dikonsultasikan kepada UPT Komputer.
7. Kelompok tanda tangan terdiri
dari jabatan, tanda tangan, nama terang, NIP dan Cap Dinas.
a. Jabatan
diketik di sebelah kanan bawah, diakhiri tanda koma (,) dan dengan huruf besar
pada awal kata.
b. Nama terang
diketik dengan huruf besar pada setiap awal kata dan tidak perlu diapit dengan
tanda kurung.
c. Nama dapat
mencantumkan gelar akademik ( Drs. SH, Dr.dll.)
d. NIP diketik dengan huruf besar semua
tanpa diakhiri tanda titik dan diikuti dengan nomor tanpa jarak.
e. Cap dinas
dibubuhkan dengan menyentuh bagian sisi tanda tangan.
8. Tembusan yang perlu
diperhatikan dalam pengetikan adalah sebagai berikut :
a. diketik
lurus dengan margine kiri.
b. diketik
sebaris dengan nama pejabat.
c. diakhiri
dengan titik dua (:)
d. tanpa
digaris bawah.
e. jika yang
diberi tembusan lebih dari satu maka diberi nomor urut.
f. tidak ada
kata arsip atau pertinggal.
5. Nota Dinas
Surat dinas yang dibuat oleh atasan
kepada bawahan atau oleh bawahan Kepada atasan langsung, atau yang setingkat
berisikan catatan/pesan singkat tentang suatu pokok persoalan kedinasan.
a. Bagian-bagian Nota Dinas
1. kepala Nota Dinas
2. Pembuka Nota Dinas, terdiri dari
:
- kata Nota Dinas
- nomor
- tujuan Nota Dinas
- asal Nota Dinas dan
- hal Nota Dinas.
3. isi Nota Dinas
4. Penutup Nota Dinas, terdiri dari
:
- tanggal Nota Dinas
- jabatan penanda tangan
- nama pejabat penanda tangan
- tanda tangan
- NIP
- cap dinas dan
- tembusan apabila ada.
b. Cara Pengetikan Bagian-Bagian
Surat Dinas
- Kepala Nota Dinas dibuat dengan
ketentuan sama seperti membuat kepala surat dinas.
- Kata nomor diketik di bawah
kata Nota Dinas dengan posisi sejajar.
- Tujuan dihaluli dengan kata
terhormat dan disingkat Yth, dan diketik dibawah kata Nomor.
- Asal Nota Dinas didahului
dengan kata dari, diketik sejajar dan dibawah singkatan Yth, dan
diikuti dengan tanda baca : (titikdua).
- Kata hal diketik di bawah kata dari,
sebaris dengan asal surat diikuti dengan tanda baca : (titik dua)
- Isi Nota Dinas diketik di bawah
sejajar dengan kata hal.
- Pendahuluan, isi pokok, dan
kalimat penutup diketik dengan ketentuan sama seperti pada surat dinas.
- Tanggal pada Nota Dinas diketik
di sebelah kanan bawah di bawah baris terakhir dari isi Nota Dinas.
- Tanggal tidak disertai nama
tempat pembuatannya.
- Nama jabatan penanda tangan
diketik di bawah dan sejajar dengan tanggal, menggunakan huruf kapital
pada setiap awal kata.
- Nama pejabat penanda tangan,
tanda tangan, NIP, cap dinas dan tembusan dibuat dengan ketentuan sama
seperti surat dinas.
6. Memo
Memo adalah catatan singkat yang
diketik atau ditulis tangan oleh atasan kepada bawahan tentang pokok persoalan
kedinasan. Adapun bagian-bagian Memo adalah sebagai berikut :
a. Kepala Memo
dibuat sama dengan surat dinas atau nota dinas.
b. Pembuka,
Isi, dan penutup Memo dibuat sama surat dinas atau nota dinas.
c. Memo biasanya dibuat dengan kertasn
yang ukurannya berbeda dengan surat dinas. Memo biasanya menggunakan kertas HVS
etapi dibagi 2 (dua).
7. Surat
Pengantar
Surat Pengantar adalah surat yang
ditujukan kepada seseorang atau pejabat ang berfungsi untuk mengantarkan surat,
dokumen, barang, dll. Surat pengantar dapat dibuat dengan bentuk seperti surat
dinas biasa dan dapat pula dibuat dengan bentuk berkolam.
Bagian-bagian surat Pengantar :
a. kepala surat
b. pembuka surat yang terdiri dari :
- kata surat Pengantar
- nomor dan
- tujuan surat
c. isi surat dan
d. penutup surat
Cara penulisan Pengantar :
Surat Pengantar yang berbentuk surat
dinas biasa dibuat dengan ketentuan sama dengan cara membuat surat dinas,
sedangkan surat pengantar yang berbentuk kolom dengan ketentuan sebagai berikut
:
- Kata Surat Pengantar diketik di
bawah dan simiris dengan garis bawah kepala surat, menggunakan huruf
kapital
- Kata Nomor diketik di bawah
Kata Surat Pengantar dan simi
- Tujuan surat pengantar
didahului dengan kata Yang terhormat, yang disingkat Yth,
diketik di bawah nomor diikuti nama jabatandan alamat lengkap yang dituju
tanpa didahului kata depan di padanama tempat tujuan.
- Isi surat pengantar yang
berbentuk surat dinas biasa dibuat dengan ketentuan sama seperti kalau
membuat surat dinas, sedangkan surat pengantar yang berbentuk kolom
terdiri atas : nomor urut, isi surat/barang, jumlah dan keterangan dengan
garis kolom diketik di bawah tujuan surat dan sejajar dengan singkatan Yth.
- Penutup surat pengantar yang
berbentuk surat dinas biasa dibuat dengan ketentuan sama dengan kalau
membuat surat dinas,sedangkan surat pengantar yang berbentuk kolom
penutupnya terdiri atas :a. tanggal surat
b. nama jabatan penanda tangan
c. nama pejabat penanda tangan
d. tanda tangan
e. NIP
f. cap dinasg. tembusan apabila ada
6. Tanggal
surat pengantar yang berbentuk kolom diketik dikanan bawah di bawah garis
kolom, tanpa nama tempat pembuatannya.
7. Nama jabatan
penanda tangan diketik sejajar dengan tanggal menggunakan huruf kapital pada
setiap awal kata.
8. Nama pejabat,
tanda tangan, NIP, cap dinas dan tembusan dibuat dengan ketentuan sama dengan
kalau membuat surat dinas biasa.
8. Surat
Edaran
Surat Edaran merupakan surat yang
berisi penjelasan atau petunjuk tentang cara pelaksanaan suatu peraturan
perundangundangan dan/atau perintah,
Bagian-bagian surat Edaran :
Surat edaran terdiri atas
bagian-bagian sebagai berikut :
a. Kepala surat
b. pembuka
surat, terdiri dari :
1. kata Surat
Edaran
2. nomor
3. lampiran
4. hal dan
5. tujuan surat
c. isi surat
d. penutup
surat, terdiri dari :
1. tanggal
surat
2. nama jabatan
penanda tangan
3. tanda tangan
4. NIP
5. cap dinas
6. tembusan
apabila ada
Cara Pengetikan Bagian-Bagian Surat
Edaran
1. Kepala surat
diketik sama seperti ketentuan yang berlaku pada surat dinas biasa.
2. Kata Surat
Edaran diketik ditengah-tengah setelah garis bawah kepala surat dan menggunakan
huruf capital.
3. Nomor
diketik disebelah kiri dan di bawah kata Surat Edaran.
4. Kata
lampiran diketik di bawah dan sejajar dengan kata nomor dengan menyebutkan
jumlah lampiran.
5. Kata hal
diketik di bawah dan sejajar dengan kata Lampiran.
6. Penulisan
alamat tujuan Surat Edaran didahullui singkatan Yth, diketik di bawah
dan sejajar dengan kata Hal, diikuti nama jabatan dan alamat yang dituju tanpa
didahului kata depan di pada nama tempat tujuan.
7. Awal kalimat
isi surat Edaran diketik di bawah dan sejajar dengan nama tempat yang dituju.
8. Tanggal surat
diketik disebelah kanan bawah, di bawah garis akhir isi surat edaran tanpa
didahului nama tempat pembuatan.
9. Nama jabatan
penanda tangan diketik di bawah dan sejajar dengan tanggal, menggunakan huruf
kapital pada setiap awal kata.
10. Nama pejabat, NIP, cap dinas dan
tembusan diketik seperti surat dinas biasa.
9.
Singkatan-Singkatan yang Pada Umumnya dipakai Dalam Surat
- a.n. (atas nama) penulisan a
dan n dengan huruf kecil dan masingmasing diakhiri titik, dipergunakan
jika yang berwenang menandatangani surat menguasakan penandatanganan surat
kepada pejabat setingkat dibawahnya, sedangkan pertanggungjawaban isi
surat tetap di tangan yang memberi kuasa
- anb. (atas nama beliau),
penulisannya dengan huruf kecil semua dan diakhiri dengan titik (.),
dipergunakan jika yang berwenan
- u.b. (untuk beliau), penulisan
u dan b dengan huruf kecil semua masing-masing diakhiri dengan titik (.),
dipergunakan jika pejabat yang diberi kuasa menandatangani surat
memberikan kuasa lagi kepada pejabat setingkat di bawahnya
- a.p (atas perintah), penulisan
a dan p dengan huruf kecil dan masing-masing diakhiri titik (.),
dipergunakan jika pejabat yang berwenang menandatangani surat memberi
kuasa
- apb. (atas perintah beliau),
penulisannya dengan huruf kecil semua dan diakhiri dengan titik (.),
dipergunakan jika Menteri menguasakan penandatanganan surat kepada
bahwahannya
- plh. (pelaksana harian ),
penulisannya dengan huruf kecil semua dan diakhiri dengan titik (.),
dipergunakan jika pejabat yang berwenang menandatangani surat berhalangan
untuk waktu tertentu karena tugas dinas mengasakan penandatanganan
suratkepada pejabat setingkat di bawahnya selama pejabat tersebut tidak
berada di tempat
- Wks. (wakil sementara),
penulisannya dengan huruf kecil semua dan diakhiri titik (.) dipergunakan
jika pejabat yang belum ditunjuk penggantinya atau berhalangan hadir
karena tugas, untuk sementara penandatnganan surat oleh pejabat yag
setingkat dengan eselonnya
- u.p. (untuk perintah),
penulisannya u dan p dengan huruf kecil semua dan masing-masing diakhiri
dengan titik (.), dipergunakan atau ditujukan kepada seseorang atau
pejabat teknis yang menangani suatu kegiatan atau suatu pekerjaan tanpa
memerlukan kebijakan langsung dari pimpinan pejabat yang bersangkutan.
- c.q. (casu quo) atau i.c. (in
case), dipergunakan untuk menegaskan apa yang dimaksud pada isi surat.
10.
Menangani Surat Masuk dan Surat Keluar
Setiap surat masuk dan surat keluar
pada setiap Kantor akan diproses oleh petugassebagai berikut :
Surat Masuk :
a. Menerima
surat masuk dari pengantar surat
b. Membaca
kebenaran alamatnya, bila ternyata keliru harus segera mengembalikan kepada
pengantar surat.
c. Membubuhkan
paraf pada buku atau kartu antaran surat.
d. Membuka
amplop.
e. Membuka
lipatan surat.
f. Membubuhkan
cap tanggal di sebelah kanan atas.
g. Membaca
keseluruhan isi surat untuk menentukan pokok soal.
h. Menentukan
golongan surat, yaitu vital (V), penting (P), biasa (B), atau tidak penting
(T).
i. Menulis
golongan surat di sudut kanan atas : V, P, B atau T.
j. Membuat
kartu arsip
k. Mencatat
surat masuk pada kartu arsip.
l. Menyampaikan
surat pada pimpinan.
Surat Keluar :
- Mengkonsep surat
- Mengetik surat.
- Mengecek atau memeriksa
kelengkapan surat seperti jumlah pagina (halaman), lampiran, tembusan, dan
lain-lain
- Menyampaikan kepada pimpinan
utnuk memintakan tanda tangan
- Membubuhkan cap dinas.
- Membubuhkan cap tanggal keluar.
- Melipat surat.
- Memasukkan surat kedalam
amplop.
- Mencatat pada kartu antaran
surat.
- Menyerahkan surat beserta kartu
antara surat kepada pengantar surat
- Menulis pokok soal di sudut
kanan atas pada arsip
- Menulis kode golongan surat di
sudut kanan atas.
- Memberi garis merah di bawah
pokok soal
- Mencatat surat keluar pada
kartu arsip
Tidak ada komentar:
Posting Komentar